Rabu, 08 Januari 2014

Berkat dari Tuhan

Bang Ben, begitu teman - teman memanggil suamiku.
'Cinta' kami berdua saling memanggil satu sama lain.

Setelah pernikahan kami, suamiku masih bekerja di Jakarta.
Aku di Yogyakarta.
Kami menikmati keadaan ini. Saling mendukung.
Apapun yang kami jalani...indah adanya.

Hingga suatu waktu, Mei 2013. Bang Ben jatuh sakit. aku tak kuasa mendengar kabar itu.
aku percaya suamiku kuat menghadapi sakitnya.
Gangguan saluran pencernaan menjadi diagnosa awal di rumah sakit di Jakarta.
Aku datang menemaninya dengan sekuat kemampuanku.
Satu minggu dan bang Ben dapat kembali pulang. Meski ada dugaan terdapat batu yang mengganggu saluran nya.

Minggu berikutnya, bang Ben menjalani pemeriksaan lagi untuk treatment batunya.
AKu sudah berada di Yogyakarta lagi waktu itu.
Betapa aku panik setelah mendengar bang Ben tak sanggup menahan reaksi obat yang dimasukkan ke dalam tubuhnya sehingga jantungnya sedikit terpacu.
Satu minggu berikutnya bang Ben harus dirawat lagi di rumah sakit di Jakarta.
Tak terbayangkan aku merasa menjadi istri yang tak berguna karena aku tak bisa menemaninya saat di rumah sakit yang kedua.
Begitu pulang ke rumah,, aku kembali ke jakarta dan menemani hari - harinya selama satu minggu.
kesehatannya mulai membaik. Bahkan dokter spesialis jantung di rumah sakit jantung terkemuka di jakarta menyatakan jantung suamiku dalam keadaan baik - baik saja tanpa gangguan sedikitpun.

Puji Tuhan
Setelah melalui beberapa pertimbangan, suamiku kembali ke Jogja pada bulan Juni 2013.
Kami pun berkumpul lagi.
Siap merencanakan kehidupan yang lebih baik lagi. Berkati kami Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hi, my blog ... Rasanya sayang untuk menyimpan precious moments di hardisk saja ... sejuta cerita dalam utusan karya di benua seberang ... ...