Menjadi
ibu menciptakan rasa dan suasana. Hari demi hari meyakinkan hati bahwa setiap
usaha dan perjuangan akan menunjukkan jalan terbaiknya masing-masing. Saya,
seorang ibu dengan satu anak perempuan berusia 3 tahun 9 bulan saat ini.
Perjuangan mengalahkan kelemahan fisik serasa kaki tak memijak bumi sudah saya
rasakan sejak awal mengandung hingga melahirkan. Bahkan sejak dalam kandungan,
saya berupaya berpikiran positif dan bertekad dengan segala cara untuk
keselamatan puteri kecil saya.
Belajar menjadi Ibu tak kenal waktu. Belajar menyalurkan cinta dan perhatian tak kenal lelah. Menumbuhkan asa tak kenal masa. Cita-cita hanya satu, membuatnya sehat dan bahagia.
Dalam keseharian, saya adalah ibu pekerja. Saya menjadi pendidik di suatu Sekolah Dasar. Mendidik anak-anak merupakan passion tersendiri bagi saya. Jauh sebelum saya menjadi seorang ibu bagi anak saya, saya merasakan menjadi ibu bagi anak-anak saya di sekolah.
Belajar menjadi Ibu tak kenal waktu. Belajar menyalurkan cinta dan perhatian tak kenal lelah. Menumbuhkan asa tak kenal masa. Cita-cita hanya satu, membuatnya sehat dan bahagia.
Dalam keseharian, saya adalah ibu pekerja. Saya menjadi pendidik di suatu Sekolah Dasar. Mendidik anak-anak merupakan passion tersendiri bagi saya. Jauh sebelum saya menjadi seorang ibu bagi anak saya, saya merasakan menjadi ibu bagi anak-anak saya di sekolah.
Di tempat
kerja, saya harus selalu bersemangat mendampingi anak-anak di segala suasana. Begitu
sampai rumah, tak akan kenal lelah bercengkerama dengan puteri tercinta. Setiap
hari saya membawa anak saya serta berangkat bekerja untuk belajar di kelompok
bermain dan daycare dalam satu kompleks
di tempat saya bekerja. Sampai waktu saya pulang, saya mengajaknya bersama. Jarak
tempuh yang cukup jauh dan mengendarai sepeda motor membutuhkan ketahanan fisik
bagi kami khususnya anak saya. Terkadang cuaca dan keadaan jalanan yang kurang
bersahabat meruntuhkan pertahanan.
Selain itu, kegiatan sehari-hari dan kesukaannya bermain di halaman rumah seringkali menguras energinya secara berlebihan. Saat merasa lelah, ketahanan fisik berkurang, disitulah celah tercipta gejala penyakit mudah menyerang. Ketika anak saya sakit, saya harus siap dan sigap jiwa raga untuk menjaganya. Anak-anak memang masih rentan terserang gejala penyakit. Salah satu gangguan kesehatan yang paling sering dialami anak-anak adalah demam. Demam dapat disebabkan oleh beberapa hal, antara lain; batuk pilek,sakit gigi, efek samping dari vaksin ataupun infeksi karena virus yang menyerang kekebalan tubuh. Demam itu sendiri merupakan gejala sakit atau reaksi pertahanan diri untuk membentuk kekebalan tubuh. Jika anak saya mengalami demam, maka saya mempunyai cara untuk menanganinya;
1. Mengendalikan diri untuk tidak panik
Tidak
bisa dipungkiri, sebagian besar orangtua akan merasakan kekhawatiran dan
kepanikan mengetahui buah hati sakit. Begitu pula saya. Saya sering ingin menggantikan
posisinya untuk mengalami sakit. Saya sering terburu-buru untuk mengambil
tindakan meski saat dan kondisi tidak tepat. Namun, saya selalu berusaha tetap
berpikiran jernih agar suasana tetap tenang dan anak saya tetap merasa aman meski
dalam sakitnya.
2. Mendampingi buah hati
Dalam
keadaan sakit, tentu kita turut merasakan ketidaknyamanan yang dialami buah
hati. Saya selalu mengusahakan waktu semaksimal mungkin dalam mendampinginya
agar buah hati merasa tenang di dekat orangtuanya. Menjadi pendidik memang
tidak bisa meninggalkan pekerjaan sewaktu-waktu, namun begitu selesai dengan
tugas saya maka waktu yang ada akan sangat berguna untuk menjaga buah hati di
kala sakit.
3. Memantau perkembangan buah hati
Tindakan
awal saat mengetahui anak saya demam adalah mengukur suhu tubuhnya. Saya
berpedoman, jika thermometer sudah menunjukkan lebih dari 37,5oC
maka saya harus melakukan tindakan menurunkan panasnya.
·
Pertama-tama saya akan mengompresnya dengan air
hangat. Dalam keadaan tidur berbaring, saya juga akan memeluknya menyentuhkan
kulit tangan saya ke kulit tubuhnya. Ikatan kasih sayang ini yang dapat
menguatkan hatinya menghadapi sakit.
·
Jika kompres tidak dapat menurunkan panasnya dalam
satu sampai dua jam berikutnya dan demamnya semakin tinggi, maka saya memberikan obat
penurun panas. Saya selalu menyediakan obat-obatan pertolongan pertama gangguan
kesehatan ringan bagi anak saya. Salah satunya adalah obat penurun demam yaitu Tempra Syrup.
Mengapa Tempra Syrup?
Tempra syrup memiliki rasa
buah yang pas di lidah anak saya. Setiap 5 ml Tempra Syrup mengandung 160 mg paracetamol
yang bekerja sebagai antipiretika yang efektif menurunkan suhu tubuh pada anak langsung
dari pusatnya dan mengurangi rasa sakit. . Penurun panas ini dibuat dan
diproduksi oleh PT Taisho Pharmaceutical
Indonesia Tbk. Obat penurun panas anak sampai dewasa yang aman di lambung, tidak perlu kocok, larut 00% dan memiliki aturan dosis tepat (tidak menimbulkan over dosis atau kurang dosis) relatif aman untuk anak saya. Sejauh ini saya masih mempercayakan pertolongan
pertama ketika anak demam pada Tempra Syrup.
Berkat Tempra Syrup, demam anak saya cepat turun dan memberikan kelegaan tersendiri di hati saya sebagai ibu. Sebagai ibu saya sangat selektif dalam menangani anak yang sedang sakit. Dan pilihan saya tetap pada Tempra Syrup untuk penanganannya ketika demam melanda.
Berkat Tempra Syrup, demam anak saya cepat turun dan memberikan kelegaan tersendiri di hati saya sebagai ibu. Sebagai ibu saya sangat selektif dalam menangani anak yang sedang sakit. Dan pilihan saya tetap pada Tempra Syrup untuk penanganannya ketika demam melanda.
4. Bersinergi dengan suami atau orang
terdekat dalam mengambil tindakan.
Belajar menjadi orangtua yang baik di segala suasana juga
tentang bagaimana saya dapat berkomunikasi dengan baik dengan suami atau orang
terdekat di mana saya bisa berbagi pendapat untuk tindakan penanganan tepat
saat anak saya sakit. Segala pertimbangan dikomunikasikan dengan suami atau
orang terdekat agar saya tidak salah langkah dalam mengambil keputusan.
Keputusan antara lain bila anak saya sakit berlanjut maka penanganan untuk
dibawa ke rumah sakit harus dibicarakan bersama dan dilakukan bersama sesegera
mungkin. Ada ketenangan tersendiri saat saya dan suami dapat segera membawa
anak ke dokter atau rumah sakit yang memadai. Dengan langkah seperti ini maka
kedekatan emosional dan kebersamaan akan lebih bermakna dalam menghadapi
kesulitan.
Kita pasti tidak pernah ingin buah hati mengalami sakit. Namun ketika banyak faktor membuat raganya harus beristirahat sejenak maka kita tidak perlu panik dan tetap berpikiran jernih agar penanganan dapat optimal. Sebagai seorang Ibu, baik pekerja maupun bukan, harus tetap mengusahakan yang terbaik bagi kesehatan buah hati dan kesembuhannya di kala sakit. Menerapkan cara penanganan yang tepat saat keadaan tubuhnya sedang lemah meyakinkan saya untuk menunjukkan betapa saya mencintai buah hati. Kelak, ia akan membawa cerita tersendiri bahwa selalu ada cinta di hati saya untuknya.
disclaimer : Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar